Featured Video

News Update :
Home » » Darul Ridha: Pencetus Pertama Pendidikan Swasta di Tripa Makmur

Darul Ridha: Pencetus Pertama Pendidikan Swasta di Tripa Makmur

Thursday, September 1, 2011 1:54 PM

SETELAH sukses dengan pengajian yang mengajarkan ilmu salafiah, Pondok Pesantren Darul Ridha di Desa Ujong Krueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya ternyata begitu berharga bagi ribuan masyarakat di kawasan pedalaman tersebut.

Pasalnya, meski masih berstatus sebagai pondok pesantren tradisional, pondok pesantren yang memiliki 250 santri ini telah berhasil mendirikan sebuah lembaga pendidikan swasta, yakni Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) dengan jumlah murid 30 orang. Selama ini di kawasan tersebut sama sekali belum memiliki lembaga pendidikan berbasis agama layaknya kecamatan lainnya di Nagan Raya.

Apalagi selama ini, Kecamatan Tripa Makmur merupakan kecamatan baru yang berada di kawasan pedalaman yang baru bangkit untuk menciptakan pembangunan. Sebelumnya, kawasan ini benar-benar tertinggal dari kawasan lainnya di segala bidang dengan hasil bumi yang melimpah ruah.

“Terbentuknya madrasah swasta ini karena permintaan semua komponen masyarakat dan dukungan Camat Tripa Makmur yang menginginkan adanya sebuah madrasah bagi generasi penerus di kawasan ini,” kata Tgk Zainuddin Amin, selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ridha menjawab Serambi, Jumat (19/8) lalu.

Kata Tgk Zainuddin, alasan untuk mendirikan madrasah swasta pertama di Tripa Makmur sebenarnya telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu oleh masyarakat setempat. Namun, hal itu baru terealisasi dalam 2011 ini.

Sehingga ketika awal mula pembukaan madrasah, jumlah pelajar yang belajar telah mencapai 30 orang, dengan tenaga pengajar yang berasal dari penduduk setempat. Mereka telah menyelesaikan berbagai jenjang pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Aceh dan luar daerah.

Bahkan, dalam operasionalnya sekalipun, madrasah swasta ini hanya mengandalkan dana swadaya dari masyarakat setempat yang peduli dengan pendidikan. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar di lembaga yang baru terbentuk itu sama sekali tak memiliki kendala apapun.

Apalagi, kata Tgk Zainuddin, minat masyarakat dan anak didik di Tripa Makmur yang ingin belajar ilmu agama sangat tinggi. Karena selama ini lembaga pendidikan yang ada di wilayah itu hanyalah jenjang pendidikan ilmu pengetahuan secara umum. Sehingga bagi masyarakat yang ingin anaknya belajar di madrasah, terpaksa harus merantau jauh ke kecamatan lain atau menempuh perjalanan hingga mencapai 10 kilometer lebih.

Bahkan, ia bercita-cita, lahirnya madrasah swasta pertama di Kecamatan Tripa Makmur ini menjadi sebuah inspirasi terbentuknya sebuah madrasah terpadu di wilayah pedalaman tersebut. Sehingga pengembangan ilmu agama yang selama ini dikembangkan bisa terus berjalan dengan baik, untuk melahirkan kader agama untuk berdakwah fi sabilillah. (dedi iskandar)

Sumber: Serambi Indonesia
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright IKNR News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.