Featured Video

News Update :
Home » » Enam Orangutan Dilepas di Aceh

Enam Orangutan Dilepas di Aceh

Thursday, September 1, 2011 1:11 AM

Sebanyak enam Orangutan Sumatera (Pongo abelii) mulai dilepasliarkan kembali di hutan cagar alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Orangutan ini merupakan hasil sitaan dari masyarakat yang memelihara orangutan tersebut secara illegal.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Abubakar Chek Mat, mengatakan, seiring dilepasliarkannya orangutan ini, pihak BKSDA yang bekerja sama dengam Yayasan Ekosistem Lestari dan Yayasan PanEco, juga membangun pusat pelepasliaran orangutan Sumatera di Cagar Alam Pinus Jantho, Kabupaten Aceh Besar.
“Sebelum langsung ke hutan, para orangutan ini akan beradaptasi terlebih dahulu di stasiun introduksi yang sudah dibangun, ini untuk membiasakan mereka kembali hidup di alam liar,” ujar Abubakar, di Jantho, Senin (28/3/2011). 

 Sebelumnya keenam orangutan ini dirawat di Pusat Karantina Orangutan Sumatera (SOCP), karena luka-luka dan kondisi kritis yang diderita orangutan ketika mereka masih ditangan masyarakat. 

 Pelepasliaran Orangutan Sumatera ini juga disaksikan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.
 Director of Conservation PanEco Ian Singleton mengatakan, keenam orangutan ini adalah Sangir berjenis kelamin jantan dan berusia 7 tahun disita dari seorang petani di kabupaten Aceh Tenggara. Mongki, berjenis kelamin betina berusia 6 tahun disita dari warga pemilik SPBU di Kabupaten Nagan Raya, Kiskis berjenis kelamin jantan berusia 6 tahun, disita dari seorang petani di Kabupaten Aceh Tamiang, dan Pibi berjenis kelamin betina, berusia 7 tahun diambil dari kantor BKSDA Aceh. 

 Dua orangutan lainnya adalah Coconut, berjenis kelamin jantan berusia 6 tahun yang disita dari warga di Kabupaten Gayo Lues, dan Eidelweiss, seekor orangutan betina dewasa yang ditangkap dari alam rawa tripa, kabupaten Nagan Raya, yang terisolir akibat konversi lahan hutan menjadi kebun kelapa sawit. 

 “Kini mereka sudah siap dikeluarkandari karantina dengan kondisi sehat, dan akan dilepasliarkan di jantho, karena hutan jantho adalah hutan yang cocok dan masih sangat alami untuk tempat tinggal orangutan, dan sebelumnya mereka akan dilatih untuk hidup liar kembali setelah dari masa karantina selama satu hingga dua tahun lebih,” kata Ian Singleton. 

 Sebelumnya, sebut Ian, SOCP dan BKSDA Aceh juga telah menyelamatkan 4 orangutan di kawasan rawa tripa, Kabupaten Nagan Raya, akibat konversi hutan untuk kelapa sawit, dan melepaskannya kembali ke blok hutan besar yang masih tersisa. 

 “Setelah enam orangutan ini dilepaskan, kini tersisa 30 orangutan lahi yang masih berada di karantina SOCP di Sibolangit, Sumatera Utara, dan mereka akan segera ditransfer ke stasiun reintroduksi baru di Jantho,” katanya. 

Hingga saat ini jumlah populasi binatang yang kini berstatus hewan langka ini, hanya tinggal sebanyak 6600 ekor, dan sebagian berdomisili di hutan-hutan di Propinsi Aceh.
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright IKNR News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.