Featured Video

News Update :
Home » » Grup Rapa'ie Nagaya Gemakan Keacehan di Jakarta

Grup Rapa'ie Nagaya Gemakan Keacehan di Jakarta

Wednesday, September 28, 2011 7:05 AM

Siapa nyana, grup kesenian Aceh, Rapa'ie Saman yang digawangi Sarbini Sabirin dan Ibrahim Arabi mampu membuat 1000 lebih pengunjung di Padepokan Pencak Silat pada Senin (26/9) merasa terkesima. Tabuhan alat seni bernama rapa'ie dari tangan-tangan 9 pemuda asal Nagan Raya Aceh menghentak. Sesekali bergemuruh namun tetap dalam harmoni yang cukup memukau.

Pertunjukan Rapa'ie Saman tersebut merupakan bagian dari acara yang diadakan Ikatan Keluarga Nagan Raya (IKNR) Jakarta, pada acara halal bi halal. Dengan pakaian kombinasi warna kebiruan dan kuning keemasan, mereka gelorakan spirit Aceh lewat alat kesenian Aceh bernama Rapa'ie itu.

Salah seorang pengunjung yang tidak ingin disebutkan namanya berujar,"Terasa berada di Aceh saja saat mendengar tabuhan rapa'ie dari mereka."

Sedangkan Riza Afriadi, salah seorang mahasiswa Unpas Bandung asal Jeuram mengatakan,"Kesenian seperti ini membuat saya merasa semakin merindukan kampung halaman."

Menurut Sabaruddin Akbar, salah seorang Ketua IKNR Jakarta mengatakan bahwa grup rapa'ie tersebut sempat mengalami masa jatuh bangun dalam proses mereka bertumbuh. Walaupun grup ini sudah lama berdiri dan sebelumnya diasuh oleh H. Zulkifli K. Alwi,"Beliau undurkan diri karena usianya yang sudah sepuh." Terang Sabaruddin.

Terkait perjalanan grup rapa'ie tersebut, 'Bayangkan saja, untuk pakaian khusus untuk mereka di grup rapaie itu, kami pernah mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkannya. Padahal biaya untuk pakaian yang lebih kurang 250.000 per potongnya, paling cuma 4 juta kalau diakumulasikan untuk 15 potong pakaian. Sampai akhirnya, kami mengambil inisiatif untuk kumpulkan sumbangan dari internal pengurus IKNR saja. Alhamdulillah, akhirnya bisa juga kami kumpulkan dan mencukupi untuk kebutuhan pembelian pakaian dimaksud." Ujar Sabaruddin.

Sarbaini, salah seorang pelatih dan juga pimpinan grup rapaie dimaksud mengatakan bahwa ia merasa senang saja bisa tetap pertahankan bagian budaya ureueng Aceh tersebut."Betapa tidak, ini adalah warisan dari leluhur kita. Kalau bukan kita yang menjaga dan meneruskannya, kasihan kan kalau budaya ituu harus tenggelam dan hilang?"

Meski waktu yang diberikan untuk pertunjukan Grup Rapa'ie ini hanya berkisar 30 menit. Tak pelak, pertunjukan itu cukup membuat peserta terkesima dan terhanyut. Ditambah dengan syair-syair yang membawa penonton terkenang pada tanoeh Aceh. Juga terkadang diselingi dengan lirik-lirik syair yang kocak membuat ureung Nagan yang hadir merasa cukup terhibur.

"Kita berharap grup kesenian Aceh ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik di Jakarta ini. Setidaknya menjadi salah satu media untuk lebih perkenalkan Aceh pada masyarakat luar. Di samping untuk tetap menumbuhkan kecintaan pada budaya sendiri di kalangan ureung Aceh."Harap taufik Firmansyah, Sekretaris Umum di IKNR Jakarta.

Terkait dengan proses berdiri dan berjalannya grup kesenian tersebut, Sabaruddin Akbar menceritakan, bahwa "memang pengurus harus menghadapi tantangan tidak ringan untuk usahakan grup tersebut bisa berdiri dan eksis. Bagaimana tidak, saat kami belum ada alat rapa'ie pernah terpaksa pergunakan rebana saja sebagai jalan keluarnya."

Beruntung. Sekum IKNR, Taufik Firmansyah menalangi dana yang dibutuhkan untuk pengadaan rapa'ie dengan biaya sekitar 9 juta. Maka pada malam acara halal bihalal, personil grup tersebut bisa melakukan pertunjukan dengan alat rapa'ie sebenarnya.

"Iya, kita bersama-sama mengusahakan dan saling bantu, agar budaya kita Aceh bisa tetap terjaga," Ujar Taufik menanggapi tentang bantuannya untuk grup tersebut.

Bukan tanpa aral, pengurus IKNR sempat tertampar oleh berbagai tuduhan saat pengadaan alat kesenian tersebut. Terkait ini, Sabaruddin menjelaskan,"Memang sebelumnya salah seorang pejabat di Aceh pernah janjikan untuk membantu adanya rapaie untuk grup Nagaya ini. Tapi karena tidak kunjung datang, dan sampai akhirnya kita memilih membeli sendiri. Jadinya, muncul sangkaan yang menyebut-nyebut itu sebagai bantuan Ketua DPRK. Padahal, sepeserpun tidak ada uang Ketua DPRK Nagan Raya untuk membeli ini."

"Ke depan, kita mengusahakan, setidaknya untuk pelatih, bisa kita berikan honor tetap sebagai bentuk penghargaan kita terhadap ikhtiar yang sudah mereka berikan untuk grup ini. Sedang untuk anggota grup mungkin juga diberikan, namun berdasar per pertunjukan saja." Lanjut Sabaruddin.

Sedangkan Ketua Umum IKNR, Chalidin Oesman tidak terlalu menyorot soal perjalanan panjang keberadaan grup dimaksud. "Kami pengurus IKNR, hanya bisa berterima kasih pada grup Nagaya Grup dan juga untuk mereka yang sudah mengusahakan berdirinya grup ini. Sehingga acara kita pada malam ini (Senin, 26/11) bisa berjalan dengan baik seperti ini. Pun mereka sudah membuat yang hadir merasa semangat."





YOU MIGHT ALSO LIKE

1 comments:

teuku nigan said...

beu meutamah maju ju aceh tanyo.....

Post a Comment

 

© Copyright IKNR News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.