Featured Video

News Update :
Home » » Harga Karet di Aceh Naik Rp1.000/Kg

Harga Karet di Aceh Naik Rp1.000/Kg

Friday, September 2, 2011 9:22 AM

Harga karet basah di tingkat petani di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Provinsi Aceh, mengalami kenaikan Rp1.000/kg dari Rp15.000/kg menjadi Rp16.000/kg, karena permintaan meningkat sementara produksi menurun karena cuaca ekstrim. "Naiknya cuma Rp1.000/kg, tapi tidak apalah, dari pada harganya jatuh sampai Rp14.000/kg seperti Juli lalu, naik seribu rupiahpun sudah syukur," kata Edi Muraja (27) penderes karet Kecamatan Kuala, Pesisir Nagan Raya, Sabtu di Meulaboh.

Sayangnya saat sedang mengalami kenaikan seperti itu, kata Edi, produksi karet mengalami penurunan karena cuaca yang tidak menentu. Rata-rata getah yang bisa dikumpulkan di kebun karet tiga sampai empat kilogram per hari.

Meskipun hanya mengalami kenaikan Rp1.000/kg, akan tetapi disambut positif oleh kalangan petani karet di kawasan kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, jadi tambahan cukupi kebutuhan lebaran Idul Fitri 1432 H.

Kenaikan harga karet tersebut jelas Edi, karena para penampung di daerahnya mulai mengalami peningkatan permintaan dari Sumutra Utara yang selama ini menjadi sentral pengiriman karet Aceh Barat dan Nagan Raya.

Sementara itu Taufiq (32), penderes kecamatan Kawai XVI Aceh Barat mengatakan, kejadian tersebut disambut positif oleh sejumlah masyarakat setempat, khusunya pelajar pondok pasantren di kawasannya.

Setelah satu minggu terakhir malas ke kebun karet karena cuaca ekstrim dan berpuasa, kenaikan se-ribu rupiah itu membuat mereka kembali termotifasi.

"Satu minggu terakhir itu mereka sudah tidur-tiduran saja dipondok pasantren malas ke kebun, tapi begitu mendengar ada kenaikan Rp1.000, mereka kelihatannya agak bersemangat," kata Taufiq.

Jelas Taufiq, selain faktor kenaikan harga itu, timbulnya semangat mereka karena didorong oleh kebutuhan lebaran, sehingga membuat termotifasi untuk kembali kekebun menderes karet, terlebih warga yang mengantungkan hajat hidupnya pada usaha itu.

Lain halnya dengan Parmadi (38) penderes sekaligus penampung karet daerah Meulaboh, mengatakan, kenaikan harga itu karena menjelang lebaran idul fitri para agen sudah sulit mendapatkan karet, karena petani malas ke kebun akibat cuaca ekstrim.

"Kalau ada kenaikan sedikit paling tidak menambah motifasi mereka untuk berkerja dikebun, lagianpun permintaan dari penampung Sumatra Utara sedikit mengalami peningkatan, mungkin karena selama ini pengiriman kami menurun," katanya.

Ia menjelaskan untuk harga di penampungan Sumatra Utara, katanya, masih diharga yang sebelumnya berkisar Rp23.000/kg sampai Rp24.000/kg, sehingga kondisi ini diperkirakan berakhir apabila permintaan pasar dunia mulai tinggi.

Sumber: Antara Aceh
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright IKNR News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.