Featured Video

News Update :
Home » » Petani Nagan Raya Ikut Sekolah Lapangan

Petani Nagan Raya Ikut Sekolah Lapangan

Thursday, September 1, 2011 12:05 AM

Jeuram - Puluhan petani padi dari 13 gampong di Kabupaten Nagan Raya, Kamis (23/6) mengikuti sekolah lapangan penanaman padi dengan metode system of rice intensification (SRI) musim tanam tahap II. 

Pembukaan sekolah lapang SRI tahap II tersebut berlangsung di Aula SMPN 4 Blang Ara, Kecmatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya. Sekolah lapangan Padi SRI tahap II yang juga diikuti staf Badan Penyuluh Pertanian (BPP) dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya. Sekolah lapangan ini berlangsung mulai Juni sampai November 2011.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Ali Basyah menjelaskan, sekolah lapangan padi SRI merupakan bagian dari program (Proyek Ekonomi Sosial Aceh Terpadu (PESAT) yang dijalankan oleh Canadian Co-operative Association (CCA) dan PASKA Aceh.

“Program PESAT ini merupakan sub proyek Economic Development Financing Facility (EDFF) yang diluncurkan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) yang didanai dari hibah Multi Donor Fund (MDF). Tujuan yang ingin dicapai melalui program EDFF yaitu menciptakan lapangan kerja, pemulihan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan di Aceh,” jelasnya.

Selain itu kata Ali Basyah, Kabupaten Nagan Raya memiliki potensi yang sangat besar di bidang pertanian dengan ketersedian lahan yang masih sangat luas. Menurutnya, untuk memajukan sektor pertanian dan meningkatkan pendapatan petani maka dibutuhkan upaya peningkatkan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki petani. “Upaya yang dilakukan PESAT melalui sekolah lapang SRI sangat membantu peningkatan SDM petani. Petani yang ikut sekolah lapang SRI ini diharapkan nantinya bisa membagikan ilmunya kepada petani lain,” lanjut Ali Basyah.

Technical Extention Worker PESAT untuk komoditi padi, Imran, menjelaskan bahwa penanaman padi pola SRI belum begitu populer di Aceh. Namun di pulau Jawa, pola SRI mulai banyak diterapkan karena menerapkan pertanian secara organik, hemat air dan bibit. Bahkan pola SRI mampu meningkatkan hasil panen padi lebih tinggi secara bertahap dibandingkan dengan pola konvensional. “Dengan menerapkan penanaman padi pola SRI maka petani dapat melepaskan diri dari ketergantungan terhadap pupuk kimia,” ungkapnya.

Imran menjelaskan, sekolah lapangan tahap ini, turut pula dilengkapi dengan beberapa demonstration plot (Demplot) atau sawah percontohan SRI program PESAT. Lokasi demplot akan berada di Kecamatan Seunagan, Seunagan Timur dan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.
Lebih lanjut Imran menjelaskan bahwa berlangsungnya Sekolah Lapangan tahap II tidak terlepas dari dukungan dan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya serta keberhasilan Sekolah Lapangan Tahap I yang berlangsung pada Oktober 2010 hingga April 2011. “Melalui sekolah lapangan SRI, proses transfer pengetahuan dan keterampilan tidak saja terjadi pada tingkat produsen pertanian tapi juga pada pembina teknisnya dan pengambil kebijakannya,” lanjut Imran.

Masih menurut Imran, PESAT dalam programnya fokus pada empat komoditi yaitu emping melinjo, ikan air tawar, ikan air laut dan padi. Khusus untuk komoditi padi, PESAT mempopulerkan pola penanaman padi dengan pola SRI. “SRI dipilih PESAT karena lebih efisien dalam penggunaan air dan bibit serta menerapkan pola pertanian organik,” pungkasnya.(isn)

Sumber: Harian Aceh
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright IKNR News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.