Featured Video

News Update :
Home » » Petani Nagan Raya Mampu Membuat Pupuk Berkualitas

Petani Nagan Raya Mampu Membuat Pupuk Berkualitas

Thursday, September 1, 2011 12:08 AM

Kelompok Ternak Ikan Bebek Ayam Sapi (Tibas) Desa Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mampu membuat pupuk organik berkualitas, sehingga mampu meningkatkan produksi pertanian di daerah itu.


Ketua Kelompok Tibas Ahmad Sayuti  menyatakan, pembuatan pupuk organik yang sudah berjalan satu tahun itu, selain meningkatkan produksi pertanian, juga menambah pendapatan petani dengan hasil penjualan pupuk.

Dikatakan, selama menggunakan pupuk hasil olahan dari limbah (sampah) dan kotoran ternak tersebut, kalangan tani ini mengaku mendapatkan hasil memuaskan pada kesuburan tanaman dan tanah yang ditaburi pupuk organik ini.

“Kini, Tibas telah beralih hati dari pupuk berkimia (bermerk) kepada pupuk buatan sendiri,” katanya di Banda Aceh Senin 21 Maret 2011.

Tibas mendapatkan bantuan mesin pengelolan dari Yayasan Leuser Internasional (YLI). Dengan bantuan mesin ini dalam sebulan mampu memproduksi pupuk buatan sebanyak 40 ton.
Kini, dengan hasil produksi pupuk 40 ton selama sebulan tersebut, maka uang yang telah dihasilkan perbulan sekitar Rp56 juta.

sedangkan pupuk organik buatan Tibas, kini mulai menjadi bubuk penyubur tanaman yang telah digunakan bagi kelompok tani dari luar Desa Lamie.

Tak hanya itu, kualitas pupuk yang dianggap petani mampu mensterilkan tanah dari kegersangan, ini mulai mendapat permintaan di pasar Kabupaten Nagan Raya.
“Pupuk kita dianggap kalangan petani lebih murah dan harga terjangkau dari pupuk bermerk, karena hanya kita jual Rp1.400/Kg,” jelas Sayuti gembira.

Ia menyatakan, sejak produk mulai diterima dan teruji oleh kalangan petani di Kabupaten Nagan Raya, kesejateraan kelompok tani Tibas mulai terlihat dan terjaga kemandirian ekonomi mereka.
Kini, satu anggota kelompok mulai mampu mengelola minimal satu hektare kebun sawit dan dua ekor sapi. “Kalau sapi itu, sebagai penyediaan bahan baku pembuatan pupuk organik kita, dari kotorannya. Makanya diwajibkan untuk memelihara sapi tiap anggota Tibas,” katanya.

Hasil maksimal ini membuat kalangan petani gembira. Tak hanya itu, biaya lebih hemat 50 persen jika menggunakan pupuk buatan sendiri ini, bila dibandingkan pupuk kimia dan bermerk.
Diakui, Tibas mulai memproduksi pupuk buatan tersebut sejak awal 2010. Dengan beranggotakan 30 orang, mulai mengatur pembagian tugas dan tangungjawab masing ?masing anggota.
Dimulai dari penyediaan pakan ternak, mengumpul sampah dan kotoran, sampai tugas mengolah bahan limbah dan kotoran ternak.

“Awalnya untuk mengolah bahan pupuk organik ini, kami mengunakan alat tradisional, seperti mengunakan cangkul dan alat lainnya. Memang hasil yang diperoleh hanya sebanyak 6 ton per bulan. (ant)

Sumber: Bisnis Sumatra
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright IKNR News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.