Featured Video

News Update :
Home » » Status Lahan 2.000 Transmigran di Nagan Raya Terkatung-katung

Status Lahan 2.000 Transmigran di Nagan Raya Terkatung-katung

Friday, October 14, 2011 6:24 AM

JEURAM-Sebanyak 2.000 masyarakat transmigran yang sudah puluhan tahun mendiami kawasan Desa Sumber Batu, Kemukiman Seuneuam, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya belum memiliki hak atas lahan yang mereka duduki. 

Pembuatan sertifikat tanah di areal seluas 257 hektare yang seharusnya telah tuntas dilakukan pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Republik Indonesia sebagai lahan yang telah diberikan oleh negara, kepada masyarakat transmigrasi itu hingga kini masih belum jelas. Karena lahan yang berada di kawasan pedalaman tersebut hingga kini masih diklaim sebagai Hak Guna Usaha (HGU) dua perusahaan perkebunan di Kabupaten Nagan Raya.

Akibatnya, ribuan masyarakat yang sebagian besar berasal dari pulau Jawa tersebut kini terancam tak memiliki tempat tinggal yang jelas, karena wilayah mereka yang seharusnya telah menjadi desa definitif kini masih belum jelas.

Ketua Komisi D DPRK Nagan Raya, Danda Runtala kepada Serambi , Senin (10/10) kemarin mengatakan dampak yang ditimbulkan dari tak jelasnya status kepemilikan tanah bagi 2.000 jiwa warga transmigrasi kini semakin memprihatinkan.

Masyarakat yang sudah tinggal di kawasan pedalaman sejak puluhan tahun terakhir itu, kini belum bisa mendapatkan pengakuan dari Pemkab Nagan Raya terhadap status desa mereka yang seharusnya telah menjadi sebuah desa yang definitif.

Supaya kasus tersebut bisa segera dituntaskan, katanya, pihak DPRK mendesak kepada Pemkab Nagan Raya untuk segera menyelesaikan persoalan itu. Karena apabila hal itu terus dibiarkan, maka tak menutup kemungkinan seluruh masyarakat transmigrasi di Desa Sumber Batu itu tak akan mempunyai tempat tinggal yang tetap dan layak. “Ini merupakan persoalan serius yang harus segara ditangani,” tegas Danda. (Serambi INdonesia)
YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright IKNR News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.